Klub-klub sepak bola Inggris dilarang masuk Eropa

Pada tanggal 2 Juni 1985, Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengeluarkan larangan bagi klub-klub sepak bola Inggris untuk berkompetisi di Eropa. Larangan ini menyusul tragedi di Stadion Heysel, Brussel, yang merenggut nyawa 39 penggemar sepak bola, sebagian besar dari Italia, akibat kerusuhan yang dipicu oleh hooligan sepak bola Inggris dalam final Piala Eropa tahun itu. Final Piala Eropa 1985 mempertemukan dua klub paling sukses di Eropa, Juventus dari Turin dan Liverpool, juara bertahan dari Inggris. Sekitar pukul 19.00, tepat sebelum pertandingan dimulai, sekelompok suporter Liverpool yang mabuk menyerang sekelompok suporter Juventus. Dalam keributan itu, dinding stadion runtuh, menimpa sebagian penonton. Selain itu, banyak yang terinjak-injak dalam pelarian dari stadion. Total, 32 penggemar Juventus dan tujuh korban lain tewas, sementara ratusan lainnya terluka. Meskipun ada kerusuhan, pertandingan tetap dilanjutkan dan Juventus menang dengan skor 1-0. Setelah insiden tersebut, semua klub Inggris dilarang berkompetisi selama lima tahun di Liga Champions dan Piala UEFA. Larangan untuk Liverpool awalnya tidak terbatas waktu, namun kemudian ditetapkan menjadi 10 tahun dan dikurangi menjadi enam tahun. Klub-klub Inggris sebelumnya mendominasi kompetisi Eropa dengan berhasil meraih tujuh dari delapan Piala Eropa antara 1977 hingga 1984. Dukungan penuh diberikan oleh Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, untuk membersihkan sepak bola dari hooliganisme. Setelah Piala Dunia 1990, tim-tim Inggris akhirnya diizinkan kembali berkompetisi di UEFA. Lima belas tahun kemudian, pada 5 April 2005, Liverpool mengalahkan Juventus 2-1, pertandingan pertama mereka setelah tragedi Heysel, dan mengingat kembali 39 korban yang jatuh.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya