McDonald's pertama dibuka di Uni Soviet

Restoran cepat saji McDonald's pertama di Uni Soviet dibuka di Moskow, mengundang antrean panjang orang-orang yang rela membayar beberapa hari upah untuk menikmati Big Mac, shake, dan kentang goreng. Kehadiran McDonald's, simbol terkenal kapitalisme, dan sambutan hangat dari masyarakat Rusia menunjukkan bahwa perubahan waktu sedang terjadi di Uni Soviet. Seorang jurnalis Amerika yang meliput peristiwa ini melaporkan bahwa pelanggan terkesan dengan "pemandangan sederhana pekerja toko yang sopan… di negara yang dikenal dengan kebiasaan komersial yang kurang baik." Sementara itu, seorang jurnalis Soviet memberikan pendapat yang lebih praktis, menyatakan bahwa restoran itu merupakan "ekspresi rasionalisme dan pragmatisme Amerika terhadap makanan." Dia juga mencatat bahwa "kontras dengan harapan kami yang belum terwujud itu menyedihkan dan menantang." Namun, bagi pelanggan Rusia biasa, kunjungan ke restoran itu lebih merupakan kesempatan untuk menikmati kesenangan kecil di tengah negara yang masih berguncang akibat masalah ekonomi yang parah dan gejolak politik internal. Kehadiran McDonald's di Moskow menjadi tanda kecil namun pasti bahwa perubahan sedang mengintai. Faktanya, kurang dari dua tahun kemudian, Uni Soviet tidak lagi ada sebagai suatu bangsa, Mikhail Gorbachev mengundurkan diri sebagai pemimpin, dan berbagai republik Soviet mendeklarasikan kemerdekaan mereka. Seperti yang dilaporkan oleh jurnalis Amerika tersebut, pelanggan pertama McDonald's di Rusia "telah melihat masa depan, dan itu berhasil, setidaknya dalam hal pencernaan mereka." Ini adalah refleksi penting dari transformasi sosial dan ekonomi yang sedang berlangsung di Uni Soviet pada akhir 1980-an.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya