Hari ini
20
01
Kam
02
Jum
03
Sab
04
Min
05
Sen
06
Sel
07
Rab
08
Kam
09
Jum
10
Sab
11
Min
12
Sen
13
Sel
14
Rab
15
Kam
16
Jum
17
Sab
18
Min
19
Sen
20
Sel
21
Rab
22
Kam
23
Jum
24
Sab
25
Min
26
Sen
27
Sel
28
Rab
29
Kam
30
Jum
31
Sab
...
01-31-2000
Pada tahun 2000, sebuah jet Alaska Airlines MD-83 jatuh ke Samudra Pasifik di lepas pantai Port Hueneme (wy-NEE'-mee), California, menewaskan seluruh 88 orang di dalamnya.
Pada tanggal 31 Januari 2000, sebuah bencana penerbangan tragis terjadi ketika pesawat Alaska Airlines tipe MD-83 jatuh ke Samudera Pasifik, tepatnya di lepas pantai Port Hueneme, California. Penerbangan yang sedang dalam perjalanan dari Los Angeles ke Seattle ini mengakibatkan hilangnya semua 88 penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat, menjadikannya salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di Amerika Serikat pada milenium baru. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Los Angeles tak lama setelah pukul 9:00 malam PST, namun tak lama setelah itu mengalami kegagalan fatal yang membuatnya tiba-tiba terjun ke lautan. Saksi mata melaporkan pemandangan yang mengerikan saat jet tersebut menghilang dari pandangan, mengejutkan komunitas yang menunggu kedatangan orang-orang terkasih mereka di Seattle. Setelah kecelakaan, operasi pencarian dan penyelamatan dimulai, namun menghadapi kondisi lautan yang sulit. Dalam beberapa hari, puing-puing pesawat ditemukan, termasuk bukti tragis dari para penumpang yang berada di dalam pesawat. Dalam penyelidikan yang dilakukan, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) bekerja dengan teliti untuk menentukan penyebab kecelakaan. Investigasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan tersebut terkait dengan kegagalan sistem mekanis yang krusial, khususnya terkait dengan stabilizer horizontal pesawat. Kehilangan ini terasa sangat dalam di komunitas penerbangan dan menekankan pentingnya langkah-langkah keselamatan yang terus-menerus serta ketekunan mekanis. Para korban termasuk berbagai individu, mulai dari pelancong bisnis hingga keluarga yang dalam perjalanan pulang, semuanya menyatu dalam nasib yang sama. Saat bangsa berduka, bencana ini menjadi pengingat akan risiko inheren dalam perjalanan udara dan menyoroti kebutuhan untuk penegakan regulasi yang ketat dalam keselamatan penerbangan. Tragedi Penerbangan Alaska Airlines 261 tetap terukir dalam ingatan, menjadi bab yang menyentuh dalam sejarah penerbangan.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya