Presiden FIFA Sepp Blatter umumkan pengunduran dirinya di tengah skandal korupsi

Pada tanggal 2 Juni 2015, Sepp Blatter, presiden FIFA, mengumumkan pengunduran dirinya hanya beberapa hari setelah terpilih kembali untuk masa jabatan kelima. Pengunduran diri ini terjadi di tengah kabar bahwa ia akan segera diselidiki oleh pihak berwenang di Amerika Serikat dan Swedia terkait tuduhan penipuan dan korupsi. Para penggemar sepak bola di seluruh dunia menyambut kabar ini dengan sukacita, mengingat masa jabatan Blatter selama 17 tahun dipenuhi dengan dugaan pelanggaran. Pada saat pengunduran dirinya, Blatter belum secara resmi dituduh melakukan kejahatan. Namun, pekan sebelumnya, Jaksa Agung AS, Loretta Lynch, mengumumkan penyelidikan yang mengungkapkan praktek suap selama beberapa dekade dengan total lebih dari $150 juta. Sebanyak 14 orang, termasuk sembilan eksekutif FIFA, diadili atas tuduhan pemerasan federal. Tuduhan ini mencakup korupsi yang meluas selama 24 tahun, termasuk penipuan, pemerasan, dan pencucian uang. Empat hari setelah pengunduran dirinya, Blatter menyatakan akan tetap menjabat hingga pemilihan baru pada tahun 2016. Namun, situasi menjadi tidak jelas dan FIFA mengeluarkan pernyataan yang membingungkan bahwa Blatter akan "mengundurkan diri." Tuduhan terhadap Blatter semakin meningkat ketika pemerintah Swedia menuduhnya melanggar kewajibannya dengan menandatangani kontrak merugikan FIFA dan melakukan pembayaran tidak sah kepada Michel Platini. Walaupun Blatter dibebaskan dari tuduhan korupsi, penyelidikan Swedia memicu komite etika FIFA untuk melakukan penyelidikan sendiri. Pada Desember 2015, Blatter dihukum larangan selama delapan tahun terkait pembayaran kepada Platini. Masuknya Gianni Infantino sebagai presiden baru FIFA pada Februari 2016 membawa reformasi yang membatasi masa jabatan presiden dan menggantikan komite eksekutif dengan dewan beranggotakan 36 orang.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya