Pada tahun 1961, NASA meluncurkan Ham si Simpanse dengan roket Mercury-Redstone dari Cape Canaveral; Ham berhasil diselamatkan dengan selamat dari Samudra Atlantik setelah penerbangan suborbitalnya selama 16 1/2 menit.
Pada tanggal 31 Januari 1961, babak penting dalam eksplorasi luar angkasa dimulai ketika NASA meluncurkan Ham, seekor simpanse, ke luar angkasa menggunakan roket Mercury-Redstone dari Cape Canaveral, Florida. Ham, yang beratnya 1,6 kilogram, menjadi hominid pertama yang dikirim ke luar angkasa, menandai langkah signifikan menuju penerbangan luar angkasa manusia. Penerbangan suborbital yang bersejarah ini berlangsung selama 16 menit dan 39 detik, di mana Ham dihadapkan pada serangkaian tes untuk memahami dampak perjalanan luar angkasa terhadap makhluk hidup. Saat roket meluncur ke angkasa, para ilmuwan memantau tanda vital dan perilaku Ham melalui berbagai instrumen telemetri. Simpanse ini dilatih untuk melakukan serangkaian tugas sebagai respons terhadap isyarat visual dan auditori, memberikan data krusial bagi misi berawak NASA di masa depan. Penerbangan sukses Ham tidak hanya menguji sistem pesawat luar angkasa, tetapi juga membuka jalan bagi para astronot manusia di kemudian hari. Setelah selesai terbang, Ham berhasil diambil dari Samudera Atlantik, menunjukkan inovasi dan risiko dalam eksplorasi luar angkasa awal. Kembalinya Ham menjadi kemenangan tidak hanya bagi para ilmuwan dan insinyur yang bekerja keras pada proyek ini, tetapi juga bagi ambisi lebih besar Amerika Serikat dalam perlombaan luar angkasa melawan Uni Soviet. Misi ini menunjukkan kelayakan mengirim makhluk hidup ke luar angkasa, membuka jalan bagi perjalanan astronot manusia. Kisah Ham bukan hanya tentang pencapaian ilmiah, tetapi juga memicu refleksi lebih dalam mengenai implikasi etis penggunaan hewan dalam penerbangan percobaan. Namun, Ham the Chimp tetap menjadi simbol keberanian dan eksplorasi dalam pencarian umat manusia untuk menjelajahi batasan di luar dunia kita.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya