Alcatraz menutup pintunya

Penjara Alcatraz yang terletak di Teluk San Francisco akhirnya ditutup dan memindahkan tahanan terakhirnya. Pada masa puncaknya di tahun 1950-an, "The Rock" atau "Pulau Setan Amerika," menampung lebih dari 200 narapidana di fasilitas keamanan maksimum. Alcatraz tetap menjadi ikon penjara Amerika karena kondisi yang keras dan reputasinya sebagai penjara yang tidak dapat dilarikan. Pulau berbatu seluas dua belas acre ini terletak sekitar satu setengah mil dari San Francisco. Alcatraz memiliki sistem keamanan paling canggih pada masanya, termasuk penggunaan detektor logam pertama. Aturan yang ketat diterapkan kepada para narapidana yang kurang beruntung, termasuk keharusan untuk menjaga keheningan hampir sepanjang waktu. Alcatraz pertama kali dijelajahi oleh Juan Manuel de Ayala pada tahun 1775, yang menamainya Isla de los Alcatraces (Pulau Pelikan) karena banyaknya burung di sana. Pada tahun 1849, pulau ini dijual kepada pemerintah AS. Alcatraz juga menjadi lokasi untuk mercusuar pertama di California, berfungsi sebagai benteng selama Perang Saudara, dan kemudian menjadi penjara militer pada tahun 1907. Namun, akhir dari masa penjara Alcatraz tidak menghentikan saga pulau ini. Pada Maret 1964, sekelompok Sioux mengklaim bahwa pulau tersebut adalah milik mereka berdasarkan perjanjian seratus tahun yang lalu. Klaim ini diabaikan hingga November 1969, ketika sekelompok delapan puluh sembilan penduduk asli yang mewakili Gerakan Pribumi Amerika (AIM) menduduki pulau tersebut. Mereka bertahan hingga tahun 1971 ketika AIM akhirnya dipaksa keluar oleh otoritas federal. Setahun setelah itu, Alcatraz ditambahkan ke Area Rekreasi Nasional Golden Gate dan kini terbuka untuk pariwisata.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya