Persiapan untuk Solusi Akhir dimulai
Pada 31 Juli 1941, Hermann Göring, atas instruksi dari Hitler, mengarahkan Reinhard Heydrich, jenderal SS dan tangan kanan Heinrich Himmler, untuk segera menyusun rencana umum mengenai langkah-langkah administratif, material, dan finansial yang diperlukan untuk melaksanakan "solusi akhir" terhadap persoalan Yahudi. Göring mengingatkan tentang garis besar "solusi akhir" yang telah disiapkan pada 24 Januari 1939, yaitu emigresi dan evakuasi dengan cara terbaik yang mungkin. Program ini, yang akan berkembang menjadi pemusnahan sistematis massal, direncanakan mencakup seluruh wilayah Eropa yang diduduki oleh Jerman. Heydrich sudah memiliki pengalaman dalam merencanakan hal semacam ini. Ia kembali memperkenalkan konsep kejam yang mirip dengan ghetto abad pertengahan di Warsawa setelah pendudukan Jerman di Polandia. Orang-orang Yahudi dipaksa tinggal di area sempit yang dibatasi dinding di kota-kota besar dan dijadikan tahanan, sementara harta benda mereka disita dan diberikan kepada Jerman setempat atau petani Polandia non-Yahudi. Di balik skema mengerikan ini, yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai negara, terdapat Hitler, yang menurut penilaian diktator Soviet, Joseph Stalin, pada pertemuan di Kremlin pada hari yang sama, adalah "kelemahan terbesar" yang terletak pada banyaknya orang tertindas yang membencinya dan cara-cara immoral dari pemerintahannya. Ini menggambarkan betapa mengerikannya rencana tersebut dan menghimpun data tentang bagaimana kekuasaan ditunggalkan dalam penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya