Pada tahun 1972, calon wakil presiden Thomas Eagleton mengundurkan diri dari tiket Demokrat bersama George McGovern setelah terungkapnya fakta bahwa Eagleton telah menerima terapi kejut listrik untuk mengobati depresi klinis.
Dalam perkembangan mengejutkan untuk kampanye presiden 1972, calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Thomas Eagleton, mengundurkan diri dari tiket bersama calon presiden George McGovern. Langkah ini diambil setelah terungkapnya tentang pengobatan masa lalunya untuk depresi klinis, khususnya penggunaan terapi kejut listrik. Eagleton, seorang Senator dari Missouri, terpilih sebagai pasangan McGovern pada bulan Juli. Awalnya dianggap sebagai pilihan yang kuat, namun pencalonannya menghadapi scrutin yang tajam ketika diketahui bahwa ia pernah menjalani terapi elektrokonvulsif pada tahun 1960-an untuk mengatasi masalah kesehatan mentalnya. Respons politik dan publik pun datang dengan cepat dan keras. Banyak media serta pemilih mempertanyakan implikasi dari sejarah kesehatan mentalnya terhadap kampanye serta tanggung jawab sebagai wakil presiden. Seiring meningkatnya tekanan publik, Eagleton dihadapkan pada pilihan yang akhirnya membawanya untuk mundur. Dalam sebuah konferensi pers, ia menyatakan, "Saya tidak ingin menjadi gangguan bagi kampanye dan partai saya." Pengunduran dirinya menandai momen penting dalam sejarah politik Amerika, sekaligus menyoroti stigma seputar kesehatan mental yang masih ada hingga hari ini. McGovern, yang dihadapkan pada tugas berat untuk mencari pengganti dalam waktu singkat, menggantikan Eagleton dengan Sargent Shriver, seorang tokoh terkemuka yang dikenal melalui karyanya di Peace Corps dan sebagai pemimpin dalam Perang Melawan Kemiskinan. Namun, tiket McGovern-Shriver kesulitan untuk pulih dari kontroversi ini, dan pada akhirnya kalah telak dari Richard Nixon. Pengunduran Eagleton tidak hanya mengubah pemilihan 1972, tetapi juga memicu percakapan tentang kesehatan mental yang terus berkembang dalam wacana politik. Meskipun meninggalkan kampanye, situasi Eagleton memulai dialog penting mengenai penerimaan dan penanganan penyakit mental dalam masyarakat.
"Hari ini dalam Sejarah" lainnya